Masih tentang drum. Setelah drum berhasil dipasangi pipa, maka tiba saatnya untuk mengecat drum agar tahan dari karat. Karena bagian luar drum telah selesai dicat dan kering, maka pada si tukang diberikan perintah untuk mengecat bagian dalam drum. Si tukang mengangguk mengiyakan, tetapi seketika pemberi perintah berlalu, bingung juga dia bagaimana cara melakukannya. Drum itu hanya memiliki lubang kecil, dan sisi lingkaran jelas tidak boleh dibuka karena akan bocor ketika diisi air.Akhirnya setelah lama menunggu dan mencari, tak juga mendapatkan inspirasi, diberanikanlah nyalinya untuk menghadap Romo mohon solusi.
"Whe lha, belum paham juga to?" Sambut Romo.
Tak berpanjang kata, Romo pun turun tangan. Ia ambil kaleng cat, lalu ia tuangkan cat itu ke dalam drum melalui lubang kecil yang tersedia, kemudian digelindingkan berulang-ulang, sambil berujar "Nah di dalam drum catnya akan mengecat sendiri ..."
Jadi, kaum praktisi pun tetap membutuhkan pencerahan teori baru, agar pekerjaanya menjadi lebih praktis lagi. Atau sebaik-baiknya tukang, adalah tukang yang cerdik. Dan secerdik-cerdiknya cendikiawan, ia tetap harus bisa mempraktekkannya.
Salinan:
Gado-gado | KUWERA14 No.63/ Tahun X/ Maret - April 2012