Monday, September 23, 2013

Pentingnya Membuat Catatan

Seringkali informasi adalah satu-satunya hal yang diperlukan seseorang untuk dapat meraih banyak kesuksesan dalam hidup. B. J. Habibie menjadi seseorang yang sangat terkenal selain karena karya-karyanya adalah karena infomasi yang dimilikinya mengenai pembuatan kereta api dan pesawat terbang.

Setiap orang berhak untuk mempelajari informasi apapun dalam hidupanya, namun sayangnya tidak semua orang dapat mengingat semua hal yang telah dipelajarinya. Untuk itulah sebuah catatan menjadi sangan penting. Catatan memainkan peranan besar dalam perkembangan peradaban manusia. Kita mungkin tidak pernah tahu caranya mengendarai mobil kita dengan benar jika tidak ada catatan dalam ingatan kita mengenai kapan waktunya menginjak rem dan gas. Catatan mengenai rambu-rambu lalu lintas membuat proses berkendara di jalanan menjadi lebih tertib dan aman.  Sayangnya tidak semua informasi dapat kita ingat dalam otak kita. Tidak semua informasi pula dapat diakses dengan mudah. Untuk itulah sebuah catatan menjadi sangat penting.

Kita juga tahu bahwa inspirasi tidak selalu datang setiap saat pada waktu yang kita inginkan. Untuk itu, sekali lagi, catatan menjadi sesuatu yang sangat penting. Catatlah selalu informasi apapun yang Anda rasa penting untuk Anda, jangan pernah menunda untuk mencatat sebelum Anda melupakannya. Biasakanlah untuk membuat catatan pada buku catatan yang dapat dengan mudah Anda bawa kemanapun untuk banyak hal yang dapat mendukung pencapaian cita-cita saya. Sekarang ketika zaman telah semakin berkembang, setiap orang dapat mencatat berbagai hal penting di telepon gengam/smart phone dan perangkat elektronik lainnya dalam bentuk yang sangat variatif.  Mulai sekarang rajinlah mencatat, bahkan kembangkanlah catatan yang kita miliki menjadi bentuk-bentuk lain, seperti buku, kliping, atau audio dan video yang dapat berguna bagi orang lain.

Tidak seorangpun pemimpin besar yang tidak mempunyai dan membuat catatan. Seperti pepatah mengatakan bahwa para pemenang pada akhir pertandingan seringkali adalah mereka yang paling lengkap dan mampu menggunakan catatannya dengan baik. [Riswan Septriayadi]*



*Riswan Septiayadi adalah kontributor bagian inspirasi dan pengembangan pribadi di www.historymakerhouse.com

Friday, August 16, 2013

JOIN US in Education and Cultural Exchange 2013

Bergabunglah bersama kami sebagai Sukarelawan dalam Fusion International Education & Cultural Exchange 2013 selama 5 hari Live-in di Sidomulyo, Bantul, bersama Tim Australia dan Indonesia 

Contact Persons :
Maria Herlina Artiasning : 085228990391. Daniel Tri Handarkhal : 082138765838


Tuesday, June 4, 2013

Mengecat Bagian Dalam Drum [ I . N . S . P . I . R . A . S . I ]

Masih tentang drum. Setelah drum berhasil dipasangi pipa, maka tiba saatnya untuk mengecat drum agar tahan dari karat. Karena bagian luar drum telah selesai dicat dan kering, maka pada si tukang diberikan perintah untuk mengecat bagian dalam drum. Si tukang mengangguk mengiyakan, tetapi seketika pemberi perintah berlalu, bingung juga dia bagaimana cara melakukannya. Drum itu hanya memiliki lubang kecil, dan sisi lingkaran jelas tidak boleh dibuka karena akan bocor ketika diisi air.

Akhirnya setelah lama menunggu dan mencari, tak juga mendapatkan inspirasi, diberanikanlah nyalinya untuk menghadap Romo mohon solusi.

"Whe lha, belum paham juga to?" Sambut Romo.
Tak berpanjang kata, Romo pun turun tangan. Ia ambil kaleng cat, lalu ia tuangkan cat itu ke dalam drum melalui lubang kecil yang tersedia, kemudian digelindingkan berulang-ulang, sambil berujar "Nah di dalam drum catnya akan mengecat sendiri ..."

Jadi, kaum praktisi pun tetap membutuhkan pencerahan teori baru, agar pekerjaanya menjadi lebih praktis lagi. Atau sebaik-baiknya tukang, adalah tukang yang cerdik. Dan secerdik-cerdiknya cendikiawan, ia tetap harus bisa mempraktekkannya.

Salinan:
Gado-gado | KUWERA14 No.63/ Tahun X/  Maret - April 2012

Sunday, May 12, 2013

The 03.15 Expedition

It is travelling that has becoming the FusionJogja team shared activity and hobby. It doesn't matter of how far, with whom we may get or what surprising spots that we might find, we almost every time may go and get a new destination to travel together just like what we experience with our tour this month.

In this May, one of the team mate shared that a beautiful sunrise in Candi Boko would be worthy to see during the dawn. In short, everyone agreed to see the sunrise together. One thing about this plan was that we should got up so earlier than our normal schedule since we should depart at 03.15 am so that we might not be late to see the sun wake up at 05.00 am in Candi Boko.

The appointment was fulfilled, everyone got in time to depart at the point of gathering that we had agreed before. There was no need to take such a long time to wait everyone untill we depart from an area near Sanata Dharma University at Jogja to Candi Boko at 03.30 am. Along the way, we were excited of how it feels to see such legendary sunset from Candi Boko. The curios feeling was suddenly stop as we found that the gate was closed and there was no other possibility that the gate will be open untill 06.00 am, which meant that we would lost the unforgettable moment of sunrise in Candi Boko.

Fortunately, an idea just came up from one of us to see the sunrise from another temple or Candi that was still in the same coverage area. Together then we decided to replace Candi Boko to Candi Barong. It didn't take until fifteen minutes to reach our new destination. The temple might different with Candi Boko but there was totally no absolute reason for us not to enjoy our new finding temple

Cups of tea and snacks were  then accompanying our shared moment in Candi Barong.

Such beautiful yet hidden temple of Candi Barong. A very nice place for capturing our shared dawn to morning time. At last it didn't matter for us whether or not we were succeeded to chasing after the sunrise, as it was cloudy in that whole of morning.
[LidS]


Candi Barong Video

Tuesday, May 7, 2013

Team Fellowship in May

The team fellowship within the beginning of this May is might be one of the memorable moments among the shared moments that FusionJogja team have. The fellowship was not only particularly intended to welcoming back our mates from Sumba few weeks ago but also to remembering moments and activities that everyone experience during the past several weeks.

The fellowship was started with watching a Journey to Sumba video which had been prepared before, having a small ceremonial for one of our mate who had a very impressive moment in Sumba, praying, having dinner together and a happy graduation greeting to one of the member of the team.

The play of The Journey to Sumba video was amazed us. All the captured pictures and moves of how the people, the landscape scheme and the local culture in Sumba were beautiful and stunning. At the end of the  video play, we were agree that the two of our mates who had been there were lucky and were bless full people as they experience valuable moments in Sumba. After watching the video, a small ceremonial to express team's high appreciation was rewarded to one of the two our mates for his first visit to Sumba. Our team leader presented him a Traditional Sumba Scarf as an expression of how his presence in Sumba carved a special moment to people in Sumba. Thus, a ' Sumba Specialist' Fusion T-shirt was presented to him. [LidS]



Tuesday, April 30, 2013

From Sumba With Love

Beberapa minggu lalu, tepatnya tanggal 9 – 18 April 2013, dua orang dari Tim Fusion Jogja berkunjung ke Sumba. Dua team mate Fusion Jogja bertemu dengan sahabat serta saudara terkasih Tim Fusion Sumba di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Istimewa dan mengesankan sekali pengalaman yang diperoleh selama hampir dua minggu bersama team mate Fusion yang berbeda pulau ini.

Sekalipun tidak semua orang dapat ke Sumba, cerita yang dibawa dari Sumba memiliki makna tersendiri bagi kami yang belum berkesempatan hadir di sana. Maka, inilah buah tangan dari Sumba.

Monday, April 29, 2013

Peringatan Hari Kartini (Tahun ke Dua)

Pada peringatan Kartini 2013 ini, tim FusionJogja diajak oleh SMK Pariwisata Bantul untuk bersama-sama memperingati hari Kartini. Dalam acara peringatan Kartini ini, Tim FusionJogja tidak banyak melakukan kegiatan, kami semata-mata menikmati dan hanya sedikit berpartisipasi untuk dokumentasi. Rasanya tak ingin menyimpan sendiri apa yang telah dinikmati maka lewat tulisan kali ini ingin rasanya berbagi pengalaman yang kami rasakan.

Ini adalah kali kedua bagi sekolah dapat menyelenggarakan peringatan hari Kartini, setelah kegiatan yang sama pertama kali diadakan tahun lalu. Terlihat terdapat beberapa perbedaan dalam peringatan hari Kartini tahun ini. Kalau di tahun lalu, hanya para siswa dan siswi saja yang mengenakan busana Nasional (utamanya kebaya bagi para siswa putri dan pakaian bebas pantas untuk siswa putera). Maka perbedaan di tahun 2013 ini dapat terlihat langsung dari setiap warga sekolah yang mengenakan pakaian tradisional Jawa, mulai dari Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru dan tentunya para siswa-siswi sekolah.

Tidak banyak perbedaan untuk rangkaian kegiatan hari Kartini tahun ini dan tahun lalu. Tahun lalu para siswa mengikuti lomba peragaan busana dan lomba kreatifitas, untuk tahun ini lomba yang sama tetap diadakan. Perbedaan terdapat pada lomba kreatifitas dimana tahun lalu bahan yang diguanakan adalah buah, maka tahun ini bahan yang digunkan adalah bahan daur ulang seperti kain perca, gabus, botol minuman bekas, sedotan plastik dan plastik warna-warni.

Selain itu satu lomba baru yang tidak ada tahun lalu yang ditambahkan tahun ini adalah geguritan (membaca puisi Jawa). Lomba ini sengaja diadakan untuk kembali melestarikan kesenian Jawa oleh putera-puteri SMK Pariwisata Bantul.