Beberapa minggu lalu, tepatnya tanggal 9 – 18 April 2013, dua orang dari
Tim Fusion Jogja berkunjung ke Sumba. Dua team mate Fusion
Jogja bertemu dengan sahabat serta saudara terkasih Tim Fusion Sumba di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Istimewa dan mengesankan sekali pengalaman yang diperoleh selama hampir dua minggu bersama team mate Fusion yang berbeda pulau ini.
Sekalipun tidak semua orang dapat ke Sumba, cerita yang dibawa dari Sumba memiliki makna tersendiri bagi kami yang belum berkesempatan hadir di sana. Maka, inilah buah tangan dari Sumba.
* * *
Hari itu kami Berangkat dari bandara Adisucipto Yogyakarta, transit
sehari di bandara Ngurah Rai Bali, lalu tiba menginjakan kaki di bandara
Tambolaka Sumba Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Perjalanan dari Denpasar ke Tambolaka di tempuh sekitar 45 menit
menggunakan Pesawat.
Tiba di daratan Sumba Tim Fusion Jogja di jemput oleh saudara kami Fusion Sumba. Selepas dari bandara
Tombaloka, kami tidak langsung menuju ke rumah, tapi mengambil beberapa saat
untuk istirahat dan menikmati jamuan
makan. Bagi Saya ini adalah pertama kali saya ke Sumba dan bertemu Tim Fusion
di Sumba. Begitu Istimewa dan mengesankan.
Selesai makan dan beristirahat rombongan kecil kamipun menuju ke
rumah Om Jon di Wonga Mareda Kalada. Dirumahnyalah kami tinggal selama dua hari sebelum mengunjungi
kerabat Fusion Sumba di daerah lain. Setelah tiba di rumah yang dituju, kesan
pertama yang timbul saat melihat rumah di hadapan saya adalah Rumah yang Unik.
Sebuah rumah yang atapnya menjulang tinggi ke atas setinggi sekitar 5-6 meter,
yang oleh tuan rumah disebut Rumah Menara.
Banyak hal yang kami lakukan di Sumba diantaranya berkunjung ke PAUD Sinar Kasih. Sewaktu kami mengujungi PAUD, Tante Lena seorang guru PAUD yang penuh belas kasih mengundang kami untuk
merayakan paskah bersama. Ini adalah perayaan paskah yang tidak akan pernah
terlupakan, jauh terbang dari Jogja ke
Sumba untuk merayakannya bersama kerabat kami terkasih di tempat ini. Kami
berkumpul, bernyanyi, bergandengan tangan, bermain dan belajar bersama dengan
anak-anak di PAUD. Sekalipun sederhana, peryaan paskah kali ini memiliki kesan yang
berbeda bagi Kami. Secercah rasa bahagia terpantul dari senyum yang menghiasi
wajah kami dan anak-anak kecil. Wajah anak-anak kecil, anak-anak PAUD Sinar
Kasih.
Kami juga mengunjungi seorang kerabat kami, Om Rahman, di daerah
Sumba Tengah, Mamboro dan Lenang. Di salah satu malam saat di Mamboro, kami
mengunjungi seorang Bapak yang masih memegang kepercayaan leluhurnya yaitu
Marapu. Perjalanan yang naik turun bukit
tanpa adanya penerangan jalan, membuat perjalanan malam hari hanya dapat
mengandalkan lampu motor yang kami
kendarai. Tidak ada hal yang menakutkan atau
mengerikan saat menemui Beliau, yang malam itu tampak bersahaja. Beliau
menyambut kami dengan ramah dan senang hati dan kamipun disugguhkan teh hangat
dan makan malam.
Di Lenang,kami mengunjungi
Saudaranya Om Rahman yang mengalami kecelakaan saat bermotor. Ia nampak kuat
dan tegar walaupun Saya dapat merasakan bahwa kaki kirinnya masih terasa nyeri
sampai tulang. Iapun terlihat senang saat menerima kunjungan kami. Bersama kami
saling berbagi kasih,becerita dan
bersama kmi mendoakan kesembuhannya dan memberikan dorongan semangat lekas
sembuh.
Tiba hari minggu, kami beribadah bersama hambaNya di Gereja Zaitun
Sumba Tengah. Kami berdoa, bernyanyi dan mendengarkan firman Tuhan. Kami berkumpul bersama jemaat dan saudara kami kekasih.
Begitulah perjalanan kami selama seminggu di Sumba. Semuanya
Istimewa dan member suatu pelajaran baru. Besar harapan Fusion Sumba dan Fusion Jogja bisa berkumpul bersama. Walau Pulau memisahkan tempat
tinggal kita, kita selalu dipertemukan dalam doa. Salam untuk Saudara-saudari ku yang terkasih dimanapun berada.
Tuhan Memberkati Terima kasih [Deo]
Pengalaman Seru Lainnya Klik Video:
Pengalaman Seru Lainnya Klik Video:

No comments:
Post a Comment